puasa hanya mendapatkan rasa lapar dan haus saja?



Puasa untuk menahan rasa lapar dan haus?

 dalam sebuah hadist Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

رب صائم حظه من صيامه الجوع والعطش
"Betapa banyak orang berpuasa yang hanya mendapatkan rasa lapar dan haus" [1]

   Hadis ini memberikan kita pelajaran bahwasanya ada orang-orang yang berpuasa tapi bagian atau pahala yang Ia dapatkan dari puasanya hanya rasa lapar dan haus saja, sangat menyedihkan rasanya lelah-lelah dan cape-cape meninggalkan makan, minum dan hal-hal halal lainya demi puasa di bulan ramadhan akan tetapi tidak mendapatkan bagian dan pahala apa-apa kecuali rasa lapar dan haus. 
setelah kita mengetahui bahwasanya ada orang-orang yang seperti itu maka selayaknya kita mencari cara agar jangan sampai kita termasuk orang yang ada dalam hadis tersebut.

lalu bagaimana cara dan solusinya?

Imam Ibnu rajab al-hambali rahimahullah ketika membahas hadis ini di dalam kitab lata'iful ma'arif mengatakan 

وسر هذا أن التقرب إلى الله تعالى بترك المباحات لا يكمل إلا بعد التقرب إليه بترك المحرمات 

"dan rahasianya ini (puasa hanya mendapatkan rasa lapar dan haus saja) bahwasanya mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala dengan meninggalkan hal-hal yang mubah tidak akan sempurna kecuali setelah juga meninggalkan hal-hal yang di haramkan".

jika seandainya hal-hal yang mubah dan halal saja kita tinggalkan seperti makan dan minum dan lain-lain saja kita tinggalkan demi puasa maka hal-hal yang haram dan di makruh harus lebih lagi kita tinggalkan. 

   فمن ارتكب المحرمات ثم تقرب بترك المباحات، كان بمثابة من يترك الفرائض ويتقرب بالنواف

"barang siapa yang mengerjakan hal-hal yang diharamkan dan mendekatkan diri dengan meninggalkan hal-hal yang mubah atau halal, sama seperti orang yang meninggalkan wajib tapi mengerajakan hal-hal yang sunnah". [2]

Dan ini banyak terjadi di kalangan umat islam ketika berpuasa dan bulan ramadhan.

puasa tapi tidak sholat 5 waktu, puasa tapi tidak menurut aurat dan lebih anehnya shalat tarawih tapi tidak ikut sholat isya dan juga shalat tarawih tapi ketika berangkat ke masjid tidak berhijab menutup aurat.

lalu apa solusinya?

maka ada sebuah perkataan dari seorang sahabat yang mulia Jabir bin Abdillah radhiyallahu 'anhuma yang jika kita renungi, tanamkan dan amalkan dalam bulan ramadhan, maka bisa membuat puasa kita menjadi puasa yang hakiki, puasa yang bukan hanya mendapatkan rasa lapar dan rasa haus saja.

عن جابر بن عبد الله -رضي الله عنهما- قال: «إذَا صُمْتَ فَلْيَصُمْ سَمْعُك وَبَصَرُك وَلِسَانُك عَنِ الْكَذِبِ وَالْمَآثِمِ، وَدَعْ أَذَى الْخَادِمِ، وَلْيَكُنْ عَلَيْك وَقَارٌ وَسَكِينَةٌ يَوْمَ صِيَامِكَ، وَلاَ تَجْعَلْ يَوْمَ فِطْرِكَ وَيَوْمَ صِيَامِكَ سَوَاءً». .

"Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma berkata, jika engkau berpuasa, maka puasakanlah pendengaranmu, penglihatanmu, dan lisanmu dari dusta dan maksiat. Tinggalkanlah menyakiti pembantu. Hendaklah engkau tenang dan tentram pada saat engkau berpuasa, dan janganlah engkau jadikan hari saat tidak berpuasa sama dengan hari saat engkau berpuasa".[3]

Maka dapat kita simpulkan puasa bukan hanya sekedar menahan rasa lapar dan haus saja tapi juga menahan dan menjauhkan diri dari hal-hal haram maupun makruh agar puasa yang kita jalani menjadi puasa hakiki yang mendapatkan pahala-pahala berlimpah dan menjadikan kita termasuk orang yang di katakan  Nabi shallahu'alaihi wasallam 

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ


”Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka  akan diampuni dosanya di masa lalu”.[4]




[1] HR. Ibnu majah

[2] Lathaiful Ma'arif  karya Ibnu Rajab Al-hambali

[3] Al-mushonnaf ibnu Abi syaibah

[4] HR Bukhori dan Muslim

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kaidah Fiqih: الضرورات تبيح المحظورات (Darurat Membolehkan hal yang Dilarang)

Kaidah Fikih: “الضرورة تُقدَّر بقدْرِها” (Darurat Diukur Sesuai Kadar Kebutuhannya)

KAIDAH FIKIH: “الحُكْمُ يَدُورُ مَعَ عِلَّتِهِ وُجُودًا وَعَدَمًا” Hukum Berputar Bersama ‘Illat-nya, Ada atau Tidaknya