Masuk surga karna amal atau rahmat Allah ta'ala?
Diriwayatkan dalam sebuah hadis
أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يَقُولُ « لَنْ يُدْخِلَ أَحَدًا عَمَلُهُ الْجَنَّةَ » . قَالُوا وَلاَ أَنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ « لاَ ، وَلاَ أَنَا إِلاَّ أَنْ يَتَغَمَّدَنِى اللَّهُ بِفَضْلٍ وَرَحْمَةٍ
Sesungguhnya Abu Hurairah berkata, Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Amal tidak akan memasukkan seseorang ke dalam surga." Sahabat pun bertanya "Engkau pun juga tidak wahai Rasulullah?", Beliau menjawab, "Aku pun tidak. Itu semua hanyalah karena karunia dan rahmat Allah." [1]
Sedangkan di dalam Al-Quran Allah Ta’ala berfirman
ادْخُلُوا الْجَنَّةَ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
"Masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan"[2]
Dan dalam ayat yang lain
وَتِلْكَ الْجَنَّةُ الَّتِي أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
"Dan itulah surga yang diwariskan kepada kamu disebabkan amal-amal yang dahulu kamu kerjakan." [3]
Hadis dan ayat di atas seakan bertentangan.
hadits menyatakan, seseorang akan masuk surga karena rahmat dan karunia Allah.
Sedangkan ayat menyatakan, seseorang masuk surga karena amalan.
Lantas manakah yang benar?
Apakah Al-Quran dan hadis bertentangan?
Hal pertama yang harus diyakini seorang muslim adalah, Al-Quran pasti benar dan hadis pun jika shahih pasti juga benar.
Maka "pertentangan" yang tampak zhahir pada ayat dan hadis adalah bentuk dari dangkal dan minimnya ilmu kita dalam memahami Ilmu agama.
Lantas apa maksud ayat dan hadits tersebut?
Bagaimana memahami 2 hal yang seakan-akan bertentangan?
Para ulama menjelaskan ayat dan hadist tersebut tidaklah bertentangan dan bisa di jama' (gabungkan) makna dan maksudnya.
Huruf “ba” pada ayat بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ adalah ba sababiyah (sebab).
Sedangkan masuk surga karena rahmat bukan amal dalam hadits bermakna dalam perkara balasan yang setimpal (‘iwadhiyyah).
Maksudnya seseorang tidak bisa membeli surga Allah dengan amal perbuatannya. Karena amalan kita itu tidak sebanding harganya dengan surga yang dijanjikan dan apa yang ada di dalamnya, bahkan seorang hamba paling mampu beramal hanya 60 tahunan dan itu tidak sepenuhnya full dalam beramal, juga banyak cacatnya, sedangkan surga yang dijanjikan itu akan diperoleh selama lamanya tanpa batasan waktu dan penuh kenikmatan lagi kesempurnaan, maka jumlah amal tidak mungkin bisa membayar itu.
Hanya dengan rahmat Allah saja seorang bisa tinggal di surgaNya dan Amalan sebab yang mendatangkan rahmat itu.
Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah ta'ala menjelaskan,
فكيف يُجمَع بين الآية وبين هذا الحديث ؟ والجواب عن ذلك: أن يقال: يُجمع بينهما بأن المنفيَّ دخول الإنسان الجنة بالعمل في المقابلة، أما المثْبتُ: فهو أن العمل سبب وليس عوضا
"Bagaimana menggabungkan antara ayat dan hadis ini.
Jawabannya, kedua dalil di atas bisa digabungkan, dimana peniadaan masuknya manusia ke dalam surga karena amalnya dalam arti balasan, sedangkan isyarat bahwa amal sebagai kunci masuk surga dalam arti bahwa amal itu adalah sebab, bukan pengganti" [4]
Itulah makna dari ayat dan hadis diatas.
Pelajaran yang juga dapat kita ambil
Jangan berpangku tangan menganggap "masuk surga karena rahmat saja jadi tidak perlu cape-cape beramal"
Tentu ini keliru dan sebuah kejahilan, sebagaimana kita jelaskan maksud dari ayat dan hadis di atas.
Juga di dalam Al-Quran Allah ta'ala mengatakan
إِنَّ رَحْمَتَ ٱللَّهِ قَرِيبٌ مِّنَ ٱلْمُحْسِنِينَ
"Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik."
Maka jelas jalan untuk mendapatkan rahmat Allah ta'ala tentunya dengan amalan solih dan berbuat baik.
Tidak mungkin rahmat Allah diperoleh dengan kemaksiatan dan pembangkangan.
Kemudian juga Jangan merasa ujub merasa tinggi diri dengan banyaknya amalan, karena amalan kita sejak lahir sampai mati dengan surganya Allah itu tidak setimpal untuk membayarnya.
Lantas bagaimana dengan diri yang sering mengotori diri dengan dosa dan maksiat?! Kemudian merasa ujub?!
Wal'iyadzubillah.
Semoga Allah ta'ala memudahkan kita dalam beramal shaleh dan memberikan keikhlasan lalu kepada Allah ta'ala kita memohon rahmat dan surgaNya…
Aamiin…
Referensi:
[1] HR. Bukhari no. 5673 dan Muslim no. 2816
[2] QS. An-Nahl: 32
[3] QS. Az-Zukhruf: 72
[4] Syarah Riyadhus Sholihin
[5] QS. Al-A'raf: 56
.jpg)
Komentar
Posting Komentar